Syarful Anam Ultimatum Pemkab, Sae Patenang Siap Turun Aksi
PROBOLINGGO – Pembina Koalisi Masyarakat Sae Patenang, Syarful Anam, mendesak Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan aparat penegak hukum mempercepat tindak lanjut terhadap sejumlah tambang yang diduga melanggar aturan.
Syarful menilai rencana penindakan yang baru akan dilakukan pekan depan berisiko membuat kondisi di lapangan berubah. Ia khawatir alat berat maupun dokumen yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran dapat dipindahkan sebelum proses penindakan dilakukan.
“Kalau sampai pekan depan barang bukti sudah hilang, siapa yang bertanggung jawab?” kata Syarful.
Menurutnya, waktu sejak pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) hingga rencana penindakan telah terlalu panjang. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memberikan kesempatan kepada pihak yang diduga melakukan pelanggaran untuk melakukan konsolidasi.
“Kalau pemerintah dan aparat tidak bertindak cepat, kami akan turun aksi. Karena kalau hanya menunggu, sementara pelanggaran sudah diketahui, itu justru memberi ruang kepada mereka untuk mengkonsolidasikan semuanya,” ujarnya.
Syarful menyebut, jika hingga pekan depan tidak ada tindakan nyata dari pemerintah maupun aparat, Sae Patenang akan meningkatkan tekanan melalui aksi demonstrasi.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyatakan Pemkab telah memetakan sekitar 10 titik tambang yang diduga tidak memiliki izin. Penutupan tahap pertama direncanakan dilakukan paling cepat pekan depan setelah verifikasi data dan dasar hukum diselesaikan.
Sementara itu, berbagai dugaan pelanggaran yang disampaikan Sae Patenang masih memerlukan verifikasi dan pembuktian oleh instansi berwenang.
Comments
Post a Comment